Kedungkayang pasca merapi
Erupsi gunung merapi yang terjadi beberapa waktu yang lalu ternyata tidak hanya meninggalkan duka pada warga yang tinggal di sekitar gunung merapi. Tetapi juga pada warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di gunung merapi. Beberapa waktu yang lalu kita dikejutkan dengan banjir lahar dingin yang menimpa desa jumoyo. Banjir ini meluluh lantahkan rumah warga dan apapun yang dilewatinya. Setelah itu kita kembali dikejutkan dengan jebolnya jembatan utama penghubung jalur magelang-jogja yang membuat terganggunya arus lalu lintas.
Ternyata tidak hanya itu saja, salah satu objek wisata yang cukup terkenal di magelang yaitu wisata air terjun kedung kayang juga terkena imbasnya. Air terjun dan sungai yang dulunya indah dengan bebatuan di sana sini sekarang menjadi sekarang menjadi tanah lapang dengan hamparan pasir yang luas. Batu-batu yang dulu menjadi salah satu penghias sungai kita telah hilang terbawa aliran banjir lahar dingin. selain itu aliran air menjadi terarah pada satu jalur seperti jalur selokan dengan air yang sedikit agak deras. Selain itu banjir lahar juga mengikis bagian tepi sungai yang digunakan untuk jalan setapak menuju air terjun. Sehingga untuk menuju air terjun wisatawan harus melalui badan sungai yang tertutup pasir.
Keadaan ini berakibat pada menurunnya jumlah pengunjung wisata. Dulu sebelum terjadinya erupsi merapi jumlah pengungjung rata-rata per hari bisa mencapai 60 orang pada hari biasa dan 200 orang pada hari libur. Sekarang jumlah pengunjung hanya sekitar 40 orang per hari. Hal ini berakibat pada menurunnya jumlah pembeli di areal wiasata tersebut dan sebagian warung memilih tutup sedangkan pemiliknya memilih untuk bekerja di ladang.